Jika berbicara Film Televisi ( FTV ) beberapa lokasi yang terlintas adalah jakarta, Puncak, Bandung, Jogja dab juga Bali. Lokasi-lokasi tersebutlah yang menjadi objek lokasi pembuatan FTV tersebut (khususnya SCTV) .
Disini saya akan sharing sedikit tentang pengalaman saya di dunia FTV Bali. Berangkat dari keisengan dengan proses produksi FTV di Bali. Pada saat liburan saya memutuskan lancong ke lokasi syuting FTV SCTV yang pada saat itu bertempat di pantai Kuta. Teman saya yang menginformasikan bahwa disana ada syuting FTV dan memerlukan extras (figuran). Daripada mubazir hanya lancong saja ke tempat syuting, saya memutuskan untuk ikut menjadi extras. Waktu terus berlalu sampai malam pun tiba dan berpindah lokasi syuing, saya belum juga mendapatkan jatah untuk take syuting. Dilokasi akhir pada hari itu yang bertempat di salah satu Hotel swasta di Bali, teman saya iseng merekomendasikan kepada asisten sutradara (astrada) bahwa saya penggiat teater. Akhirnya setelah rekomendasi tersebut, si astrada memberikan saya script/ naskah yang berisi dialog FTV yang sedang berlangsung pembuatannya. Beberapa menit saya diberikan kesempatan untuk mempelajarinya. Pada saatnya tiba, saya pun berakting sesuai dialog pada naskah yang sudah saya pelajari. Hasil tidak diputuskan langsung dan saya pun pulang dengan berharap saya diberikan kesempatan untuk mencoba mengikuti proses produksi FTV. 2 hari setelah saya casting simple akhirnya Tuhan menjawab harapan saya dan dikabulkannya harapan itu dengan si Astrada menelpon saya pada larut malam bahwa saya mendapatkan peran dialog. Dengan cepat saya mempersiapkan diri dan kostum yang di perlukan lalu segera berangkat ke lokasi dengan menggunakan motor demi mempersingkat waktu. Saya terobos dinginnya malam dan selang beberapa menitnya hujan turun. Saya sempat mengeluh dan akhirnya tetap melanjutkan perjalanan dengan menggunakan mantel. Akhirnya saya sampai di Lokasi dan menunggu giliran take. Sembari menunggu giliran, saya mempelajari dialog dari peran saya. pada saat itu saya berperan sebagai lawan di balap liar. Waktunya tiba, saya ,menggunakan kostum yang disediakan dan siap untuk memulai adegan. Rasa berdebar sangat terasa karena ini pertama kalinya saya beradu akting di depan kamera FTV yang berskala nasional. Singkat cerita adegan saya selesai dan kembali pulang ke rumah.
Disanalah awal saya berkarir di dunia FTV yang selanjutnya saya tinggal menunggu callingan dari astrada tanpa melakukan casting lagi. Hari demi hari berlalu, minggu demi minggu juga berlalu, saya sempa terlibat pada beberapa judul judul FTV, walaupun sebagai figuran peran berdialog tetap saya syukuri. Akhirnya pada suatu keesempatan saya di berikan kesempatan sebagai peran pendamping pemeran utama. Rejeki memang tidak kemana, hehe.. Setelah itu lah saya di standarkan sebagai peran pendamping . Begitu juga pada saat saya mencoba casting di salah 1 Production House(PH) Indosiar dan Program acara anak Bolang, puji syukur saya diberi kesempatan juga langsung menjadi peran pendamping pemeran utama. Untuk FTV SCTV sendiri, pada saat sekarang ini memang sangat jarang pada saat ini pihak PH mencari talent pemeran pendamping muda di Bali karena mereka sudah membawa langsung aktor dari jakarta. Walaupun demikian saya tetap mensyukuri karena saya telah merasakan bagaimana proses produksi FTV di Bali. Namun saya tetap standby dengan caliingan yang sekiranya menghampiri saya ,hehe..
SEBUAH IMPIAN
1 Hal yang masih menjadi IMPIAN saya adalah saya ingin sekali mendapat kesempatan untuk berproses suyuting dalam pembuatan Film Layar Lebar. Bermain Film adalah impian saya jika di dunia Entertainment. Kenapa? karena pada film saya menganggap lebih Totalitas dibanding sinetron/ FTV. Saya juga suka Film karena film banyak mengangkat Fakta dan Fenomena sosial, politik dan budaya, baik yang sedang marak ataupun yang tidak "terjamah" oleh masyarakat luas maupun pemerintah sekalipun. Apalagi saya dapt beradu akting bersama aktor idola saya yaitu VINO G. BASTIAN, WAOOOOOOW!!! Itu Impian yang sangat saya harapkan dapat terwujud. Selain itu, dikategori penyutradaraan, ingin sekali saya di sutradarai oleh mba UPIROCKS dan Hanung Bramantyo. #amin
Ingin rasanya Hijrah ke jakarta dan mencoba peruntungan disana demi Impian yang ingin saya capai, tapi masi banyak tanggung jawab dan kewajiban yang harus di selesaikan di Bali. Jadi hal yang saya harus lakukan tetap menyelesaikam kewajiban yang harus diselesaikan, namun tetap positive thingking akan impian yang semoga bisa tercapai. TETAP BERSYUKUR dan BERUSAHA o:)
sekilas potret Dewade Aditya
















Tidak ada komentar:
Posting Komentar