Menjadi leader bukan pertama kalinya saya pegang pada masa perkuliahan yang sedang saya jalani sekarang ini. Dulu, saat saya duduk di bangku SMP saya sudah pernah merasakan menjadi Ketua Osis (leader) , tetapi pada saat itu saya rasa Jabatan yang saya pegang hanya sebuah formalitas dalam meneruskan Pimpinan Kepengurusan pada masa jabatan saya. Semua itu terasa karena tidak adanya terobosan atau Inovasi yang saya lakukan , melainkan hanya meneruskan program kerja dari Kepemimpinan sebelum saya.
Berbeda halnya dengan Jabatan yang saya emban pada saat sekarang dalam Organisasi Mahasiswa dalam Kampus. Pada tahun 2011 kemarin saya diberi kepercayaan oleh teman-teman angkatan saya (2011) untuk menggemban tugas selama 1 Tahun menjadi Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) ilmu Komunikasi Faklutas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana. Saya bersama jajaran saya telah bermusyawarah dan mendapatkan hasil yang mufakat atas nama HMPS kami, yaitu Komunitas Mahasiswa Ilmu Komunikasi ( KOMIK ). Beberapa Program Kerja sudah dijalani dan terselenggara diiringi dengan banyaknya kendalam masalah serta pelajaran sekalipun pada proses pelaksanaan program kerja saya.
Terasa letak perbedaan menjalankan organisasi pada saat SMP dan Kuliah. Mulai dari Birokrasi yang harus di tempuh demi mencapai sebuah kelancaraan, penyusunan program kerja, menjalankan musyawarah mahasiswa yang menghasilkan UU Organisasi mahasiswa maupun AD/ART, banyaknya surat menyurat serta ijin (lengkap dengan birokrasi) untuk melancarkan pengadaan acara dan masih banyak lagi hal baru yang saya temukan dalam kepemimpinan saya di organisasi himpunan mahasiswa ini.
Selama 1 tahun belajar menjadi pemimpin yang baik untuk KOMIK, tanggung jawab, tugas dan beban yang dipikul memang sangat terasa. Ditambah dengan ada saja hal yang membuat pikiran menjadi tambah berat, dimulai dari birokrasi tadi, permasalahan missed komunikasi terhadap dosen ataupun kawan mahasiswa, susahnya mengumpulkan banyak kepala (anggota), adanya anggota yang kurang inisiatif dan masi ada lagi kendala dan permasalahan lainnya yang belum bisa di tuangkan disini.
Melihat Jurusan Ilmu Komunikasi yang baru memiliki 2 angkatan dan KOMIK sendiri baru memiliki umur 1 tahun , jadi kepemimpinan untuk periode berikutnya yaitu 2012/2013 kembali akan di pegang oleh angkatan saya. Pemilihan Umum (PEMILU) pun kembali di laksanakan. Dan Akhirnya pada tanggal 30 Nopember 2012 saya yang menggandeng kawan saya Nanda Kertayasa berhasil memenangkan PEMILU tahun 2012 kemarin dimana saya kembali menjadi Ketua Umum KOMIK dengan Nanda sendiri sebagai wakil saya. Kembali saya mengembang tugas serta tanggung jawab yang lebih dari sebelumnya , dimana posisi saat ini saya telah memiliki adik tingkat (junior) yang harus secara perlahan saya bimbing dan menularkan apa yang telah saya dapat dalam kepemimpinan saya 1 tahun sebelumnya dan memperkenalkan lebih jauh tentang KOMIK itu sendiri.
Banyak hal yang masih perlu di perbaiki dan diperhatikan oleh Himpunan mahasiswa yang baru berumur 1 tahun lebih beserta saya (leader) yang masi perlu belajar memanage kelompok. Dengan adanya anggota baru dari adik tingkat , semoga banyak perubahan positif yang terjadi, ide-ide kreatif inovatif yang mucul dan program kerja yang konteksnya bersifat keilmuan, penalaran dan pengembangan profesionalisme. Sentilan dan kritikan yang menghampiri saya yang membuat saya ingin membuktikan bahwa KOMIK bisa menjadi HMPS yang bermutu dalam pengadaan acara berkonteks keilmuan, penalaran dan pengembangan profesionalisme.
Jadi menurut artikel yang pernah saya baca, Hanya ada dua pilihan dalam hidup ini: memimpin atau dipimpin. Menjadi bawahan atau atasan. saat kita memilih untuk jadi pemimpin, berarti kita ingin diikuti. Sebaliknya, ketika kita secara sadar memilih menjadi bawahan, maka kita secara otomatis akan menjadi pengikut. jadi jika kita enggan jadi pemimpin, orang lain yang akan maju dan memimpin. Karena itu, segeralah jadi kepala. Jika tidak, kita akan menjadi ekor seumur hidup.
Banyak yang mengatakan ,"Menjadi pemimpin itu tidak mudah," , "Memimpin diri sendiri saja susah, apalagi memimpin orang lain?" saya pun dahulu sempat berpikiran seperti itu dan karena adanya tuntunan dari berbagai pihak, akhirnya saya lepas dari pikiran yang akan menghambat saya untuk maju. So, Jangan takut jadi pemimpin. Tidak ada satu pun orang yang terlahir sebagai pemimpin. Semuanya bisa di pelajari, yang membedakam hanya naluri dan kharisma seseorang yang sudah melekat pada dirinya. Berani Belajar, Belajar berkomunikasi, Belajar mempelajari karakter orang dan membangun hubungan baik, Belajar berinisiatif, belajar menerima dan menjadi pendengar yang baik entah itu saran / kritikan, belajar disiplin, Belajar menyelesaikan masalah dimana asalah bukan untuk dihindari, melainkan untuk diselesaikan dan terakhir yaitu Belajar bertanggung jawab.

MY HMPS KOMIK :
FACEBOOK : KOMIK FISIP UDAYANA klik
TWITTER : @KAMIKOMIK_UNUD klik
Beberapa foto cuplikan kegiatan KOMIK




Haha,
BalasHapusKau ketua osis yg jahil dl.
Salut bwt km Dit.